NASIB PENJUAL SOFTWARE BAJAKAN YANG MENGHERANKAN





Bismillahirrohmanirrohim....

Beberapa bulan lalu saya membeli Software bajakan di sebuah kios penjualan Software di Jombang. Saya hampir ragu kalau kios itu masih buka. Secara terakhir kali saya bertandang di kios ini sekitar 5 atau 6 tahun yang lalu. Tentu bukan waktu yang sebentar. Kita sebut pemilik kios itu bernama Pak Ramidin (bukan nama sebenarnya)

Ada yang mengherankan di kios ini. Pemandangan yang saya lihat sekitar 5 tahun lalu dengan sekarang tak jauh beda. Bahkan cenderung menurun. Kover kaset DVD/CD yang dulu saya lihat terlihat menarik, saat itu terlihat kusam sekali. Seolah tak terawat dengan baik. Banyak warna yang luntur. Saya sempat berpikir, "apakah memang DVDnya tidak laku y?"

Sejak saat itu hingga saat ini saya terus berpikir, kenapa tidak ada progres sama sekali? bukankah menjual software sangat potensial? Bukankah keuntungannya juga besar? Tapi hingga lima tahu berlalu, tak ada perkembangan sama sekali. Saya benar-benar termenung atas apa yang dialami oleh Pak Ramidin ini.

Setiba di rumah saya berdiskusi dengan istri tentang hal ini. Dari diskusi itu, akhirnya kami memiliki kesimpulan yang hampir sama. Banyak faktor yang membuat orang tidak berkembang. Diantara faktor terbesarnya adalah SIKAP dan MENTAL.

SIKAP adalah tindakan yang menjadi pilihan saat terjadi masalah.

Contoh,
Ketika kita ingin berhasil dalam ujian, kita bisa memilih sikap tekun belajar atau memilih menyontek teman kita yang pintar. Tujuan sama. Sama-sama ingin berhasil ujian tulis dengan nilai memuaskan.


Ketika kita ingin mendapat banyak uang, kita bisa memilih untuk bekerja keras dan cerdas dengan tekun atau menghalalkan berbagai cara untuk menipu atau merampok orang yang punya banyak uang. Tujuannya sama. Sama-sama ingin punya banyak uang.

Ketika kita terjerumus dalam dosa, kita bisa memilih sikap untu memperbaiki diri atau justru memilih untuk ‘sekalian’ menjadi seorang pendosa. Bisa memilih untuk semakin dekat dengan Allah atau justru semakin menjauh. Semua itu ditentukan oleh SIKAP.

Darimana datangnya sikap? Tak lain karena MENTAL

Contoh,
Seorang yang mentalnya gratisan, akan selalu mencari yang gratis. Tak peduli halal, syubhat atau haram. Yang penting gratis. Akibatnya, orang yang memiliki mental seperti ini tidak akan memiliki daya beli yang tinggi. Kemampuannya pas-pasan. Tidak ada usaha lebih keras untuk melakukan sesuatu yang lebih.

Nah, Nasib yang dialami oleh Pak Ramidin ini tentu tak jauh-jauh dari SIKAP dan MENTAL yang dimilikinya. Dia hanya bermodal software bajakan untuk dijual. Tak ada effort (usaha) agar bisa membeli software originial. Akibatnya, karena sudah merasa nyaman dengan kondisi seperti itu, tak ada perubahan berarti meski sudah buka lapak software bertahun-tahun lamanya.

Selain itu, income yang dihasilkan pun sangat diragukan keberkahannya. Harta banyak sekalipun kalau tidak berkah tidak akan pernah awet. Seringnya malah cepat habis dan selalu merasa tidak cukup meski incomnya besar. Kemungkina itu salah satu sebab mengapa kios Software Park Ramidin ini tidak berkembang.

Sama halnya ketika saya terbiasa menggunakan software bajakan. Ketika ada software terbaru yang menurut saya menarik, secara otomatis saya langsung mencari crack-nya agar bisa saya gunakan secara gratis. Hanya bermodal wi-fi /internet selesai! Software canggih seharga puluhan juta dengan mudah saya pakai dengan versi full. Akibatnya, saya tidak ada effort (usaha) untuk melakukan lebih agar bisa membeli software itu. Tak heran jika bertahun-tahun saya menggunakan software bajakan, saya tak mampu beli software original. Karena alam bawah sadar sudah tersetting untuk selalu mendapat gratisan.

Berbeda ketika saya mulai memasang niat untuk memakai Software Original. Percaya gak percaya, pemasukan saya bulan ini berlipat dari bulan sebelumnya. Seolah Allah memberi pesan secara tegas bahwa ketika kita meniatkan segala sesuatu, maka hal itu pula yang akan kita dapatkan. Niat itulah yang akhirnya menjadi poros utama dalam kemampuan. Kemampuan untuk membeli.

Saya pribadi sudah sejak lama belajar komputer.  Namun selama itu pula saya tidak pernah memakai windows original kecuali windows bawaan dengan fitur terbatas. Akhirnya saya unistall dan saya ganti dengan windows bajakan yang kaya fitur. Jika software bajakan yang saya pakai ditotal, bisa tembus puluhan juta jika saya beli semua.

Tekat memakai software orginial sebenarnya sudah sejak lama saya impikan. Hanya saja karena mental saya waktu itu belum tertata dengan matang, saya masih sangat mudah goyah dan akhirnya merasa tidak mampu untuk membeli software Original yang harganya benar-benar fantastis menurutku.

Akhirnya setelah saya men-setting mental dari mental gratisan ke mental berbayar, secara ajaib Allah beri kemampuan untuk membeli. Ternyata tak sesulit yang dibayangkan jika kita benar-benar memiliki kesungguhan dan niat yang besar.

Semakin kesini alasan saya untuk hijrah dari software bajakan ke software original semakin kuat. Karena kedepannya saya akan mulai memakai laptop sebagai alat mencari nafkah untuk keluarga saya. Saya berusaha memastikan cara-cara kerja saya adalah cara kerja yang saling menguntung kan semua belah pihak. Win-win (menang-menang). Bukan Win-Lose (Menang-Kalah).

Termasuk pemilik software yang karyanya saya pakai. Pemilik software sudah kasih untung untuk saya, masak saya gak kasih untung ke dia? Lebih-lebih saya juga mau berkarya lebih banyak lagi setelah ini. Masak karya original dilahirkan dari software bajakan? Malu ah. Karya Legal dan Halal, harus terlahir dari software original. Saya akan memegang prinsip ini. Sekuatnya. Semampunya. Bismillah.

Saat ini saya belum bisa move-on dengan mudah dari software-software bajakan yang saya pakai sehari-hari. Tapi semoga, langkah kecil ini membawa dampak yang lebih baik untuk kedapannya nanti. Secara bertahap saya akan mulai hijrah.

Dalam mencari rezeki, yang paling saya utamakan adalah berkahnya. Bukan banyaknya. Karena keberkahan itulah yang nantinya akan membawa hidup yang lebih bahagia dan Lebih diridhoi Allah. insyaAllah. Untuk apa banyak tapi tidak berkah? Untuk apa banyak tapi tidak diridhoi Allah? Maka saya lebih memilih rezeki yang berkah tapi juga banyak. Hehe...

Artikel ini adalah artikel pertama saya yang saya tulis menggunakan Office 2016 original yang berjalan pada Windows 8.1 Pro Original. Rasanya benar-benar beda. Secara fitur memang sama, tapi nurani tak bisa berbohong. Nurani serasa lebih tenang dan plong bangettt ngettt! Alhamdulillah. Sayang bersyukur atas karunia Allah ini. Kecuali kalau nurani kita telah tertutup, memakai yang halal, haram maupun syubhat tak ada bedanya. Na’uzubillah.

Semoga Allah senantiasa membimbing kita di jalan yang diridhoiNya.

Salam SUPER SEMANGAT!
A. S. Rizal

*Artikel ini boleh dishare. Semoga menjadi jalan kebaikan kita bersama.


Komentar